Peristiwa tak terduga terjadi pada pagi hari tadi, di mana serumpun bambu runtuh dan menimpa kabel aliran listrik utama di wilayah desa. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran warga akan potensi gangguan listrik dan bahaya keselamatan. Merespons hal tersebut, warga setempat bersama jajaran perangkat desa segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan proses pembersihan.
Sinergi di Lapangan Kegiatan kerja bakti ini dipimpin dan diawasi langsung oleh Kepala Desa guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan aman. Menariknya, aksi gotong royong ini tidak hanya melibatkan masyarakat dan perangkat desa saja, tetapi juga mendapat bantuan tenaga dari mahasiswa KKN Universitas Sebelas April (UNSAP) yang sedang bertugas di desa tersebut. Kehadiran para mahasiswa ini memberikan energi tambahan dalam mempercepat proses pembersihan di lapangan.
Medan Curam dan Tantangan Cuaca Proses evakuasi tergolong cukup sulit karena kondisi medan yang sangat curam. Untuk menyiasati hal ini, tim di lapangan menerapkan teknik khusus yaitu bambu ditebang satu persatu untuk menghindari beban berlebih, kemudian setelah ditebang, bambu diikat menggunakan tali tambang yang kuat, kemudian ditarik secara manual ke atas menuju area yang lebih aman.
Meskipun semangat kerja bakti begitu tinggi, kegiatan sempat terhenti sejenak akibat turunnya hujan yang cukup deras. Faktor keamanan menjadi prioritas utama, mengingat medan yang licin dapat membahayakan para relawan. Setelah cuaca kembali mendukung, pembersihan pun dilanjutkan hingga kabel listrik benar-benar bersih dari material bambu.
Peristiwa tak terduga terjadi pada pagi hari tadi, di mana serumpun bambu runtuh dan menimpa kabel aliran listrik utama di wilayah desa. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran warga akan potensi gangguan listrik dan bahaya keselamatan. Merespons hal tersebut, warga setempat bersama jajaran perangkat desa segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan proses pembersihan.
Sinergi di Lapangan Kegiatan kerja bakti ini dipimpin dan diawasi langsung oleh Kepala Desa guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan aman. Menariknya, aksi gotong royong ini tidak hanya melibatkan masyarakat dan perangkat desa saja, tetapi juga mendapat bantuan tenaga dari mahasiswa KKN Universitas Sebelas April (UNSAP) yang sedang bertugas di desa tersebut. Kehadiran para mahasiswa ini memberikan energi tambahan dalam mempercepat proses pembersihan di lapangan.
Medan Curam dan Tantangan Cuaca Proses evakuasi tergolong cukup sulit karena kondisi medan yang sangat curam. Untuk menyiasati hal ini, tim di lapangan menerapkan teknik khusus yaitu bambu ditebang satu persatu untuk menghindari beban berlebih, kemudian setelah ditebang, bambu diikat menggunakan tali tambang yang kuat, kemudian ditarik secara manual ke atas menuju area yang lebih aman.
Meskipun semangat kerja bakti begitu tinggi, kegiatan sempat terhenti sejenak akibat turunnya hujan yang cukup deras. Faktor keamanan menjadi prioritas utama, mengingat medan yang licin dapat membahayakan para relawan. Setelah cuaca kembali mendukung, pembersihan pun dilanjutkan hingga kabel listrik benar-benar bersih dari material bambu.